HACKTIV8 TECHNICAL WORKSHOP
18 September 2026
AI-assisted decision making

Borrowed
Confidence

When AI Gets It Wrong,
Who Pays?
Using AI to make better decisions with Engineered Clarity.
Alexandro Wibowo
Creator of EC5 · Founder, Avonetiq
alexandrowibowo.com
SESSION 1
OPENING QUESTION

Siapa yang minggu ini memakai AI untuk membantu memutuskan sesuatu?

AI bisa memberi jawaban dalam hitungan detik.
Tapi keputusan tetap punya pemilik.
THE PROBLEM

Masalah terbesar bukan prompt jelek

Masalahnya adalah proses di sekitar AI sering tidak ada.
Input kurangKonteks belum lengkap.
Asumsi tidak dicekAI mengisi kekosongan.
Tidak ada lawan debatKesimpulan tidak pernah diserang.
Output langsung dipakaiRekomendasi berubah menjadi tindakan.
LIVE DEMO

AI akan tetap menjawab, bahkan ketika konteksnya tipis

LANGKAH 1 · TANYA
“Penjualan bisnis saya turun 20% dalam 3 bulan. Apa penyebabnya dan apa yang harus saya lakukan?”
LANGKAH 2 · SETELAH AI MENJAWAB
“Dari jawabanmu tadi, mana yang berdasarkan informasi dari saya, dan mana yang kamu asumsikan?”
Jalankan live. Jangan beri informasi tambahan.
HOW AI FINDS ANSWERS

AI tidak mencari kata. AI memahami arti.

Setiap kali kita bertanya, AI melakukan tiga hal — dalam hitungan detik.
01 · RECOGNIZEMengenali artiMembaca intent, entitas, dan batasan. Bukan kata per kata — maknanya.“bisnis · penjualan turun · 3 bulan · minta sebab + solusi”
→
02 · LOOK AROUNDMelihat sekitarnyaMenjangkau apa yang secara makna berdekatan: yang ia pelajari, dan yang bisa ia cari.Pola umum: kompetitor, harga, musim, marketing, produk…
→
03 · SYNTHESIZEMenyusun jawabanMenulis kata demi kata — memilih kelanjutan yang paling mungkin, secara real-time.Jawaban rapi yang terdengar spesifik untuk bisnis Anda.
Jawaban disusun, bukan diambil dari rak. Karena itu pertanyaan yang sama, ditanya dua kali, bisa memberi jawaban berbeda.
WHY AI HALLUCINATES

Mesin yang membuat AI pintar adalah mesin yang sama yang membuatnya berhalusinasi.

KONTEKS TEBALData penjualanHarga vs kompetitorTren per produkFeedback pelangganTraffic tokoPerubahan menuPertanyaanJawaban berpijak pada fakta AndaKONTEKS TIPISTurun 20%kompetitor baru?harga terlalu mahal?Dalam 3 bulanfaktor musiman?marketing lemah?PertanyaanCelah diisi dengan yang “biasanya” benar
AI dilatih untuk menghasilkan jawaban yang masuk akal, bukan jawaban yang terverifikasi. Ketika sekitarnya kosong, ia jarang berkata “saya tidak tahu” — celahnya tetap diisi.
Halusinasi bukan kerusakan. Itu cara kerja yang sama — di area yang datanya tipis.
WHEN AI GETS IT WRONG · WHO PAID?

AI-nya tidak pernah membayar.

AIR CANADA · 2024Chatbot mengarang kebijakanChatbot website menjanjikan refund tarif duka yang tidak ada di kebijakan. Maskapai berargumen chatbot adalah “entitas terpisah”. Tribunal menolak: perusahaan bertanggung jawab atas semua isi websitenya.Wajib membayar ganti rugi
MATA v. AVIANCA · 2023Putusan pengadilan fiktifDua pengacara di New York mengutip enam putusan yang dikarang ChatGPT — lalu tetap membelanya ketika hakim mempertanyakan.Denda US$5.000 + reputasi
DELOITTE AUSTRALIA · 2025Rujukan yang tidak adaLaporan untuk pemerintah senilai A$440.000 berisi kutipan pengadilan palsu dan referensi riset yang tidak ada. Laporan harus direvisi dan penggunaan AI diungkapkan.Refund cicilan terakhir kontrak
Yang membayar selalu manusia atau organisasi yang memakai jawabannya.
BORROWED CONFIDENCE

Confidence bisa terlihat sebelum clarity benar-benar ada

Jawaban bisa rapi. Bisa logis. Bisa terdengar senior.
Tapi clarity yang terlihat belum tentu clarity yang sudah dibangun.
Clarity is not luck. It is engineered.
WHY EC5

PDCA memberi kita loop. AI membutuhkan disiplin baru di dalam loop itu.

PDCA = Plan → Do → Check → Act, siklus perbaikan berkelanjutan yang sudah dipakai puluhan tahun.
Confident fictionOutput plausible sebelum diverifikasi.
Convergent collapseHuman + AI makin lama makin setuju dengan dirinya sendiri.
Strategy without artefactRekomendasi ada, tindakan traceable tidak ada.
EC5 adalah evolusi PDCA untuk kerja yang dibantu AI.
EC5

EC5 = Engineered Clarity 5

C1CollectAI as Researcher
C2CheckAI as Critic
C3ConsolidateAI as Organiser
C4ChallengeAI as Sparring Partner
C5CommitAI as Executor
Satu AI. Lima peran. Lima cara berpikir.
PROMPTING INSIDE EC5

Prompt bukan framework-nya. Prompt adalah cara kita memberi AI pekerjaan di setiap step.

ROLEPeran AI saat ini
CONTEXTBahan yang perlu dipahami
CONSTRAINTBatas yang nyata
OUTPUTApa yang harus dihasilkan
Yang berubah dari step ke step adalah ROLE dan tujuan berpikirnya.
C1 · COLLECT

Collect — kumpulkan dulu sebelum menyaring

Pertanyaan utama: “Apa saja bahan yang relevan untuk keputusan ini?”
HumanTentukan question, scope, dan apa yang perlu dicari.
AI = ResearcherPerluas field. Cari data, sumber, contoh, dan hal yang mungkin kita lewatkan.
Sample prompt
“Saya sedang mencoba menjawab: [PERTANYAAN]. Sebelum mengambil kesimpulan, bantu saya memperluas bahan yang perlu dikumpulkan. Apa data, sumber, stakeholder input, comparable cases, atau konteks yang sebaiknya saya cari? Include things I might not have considered.”
C2 · CHECK

Check — verifikasi sebelum percaya

FactualApakah claim, angka, dan sumbernya benar?
ComparableApakah ada kasus yang benar-benar mirip?
LogicalAda asumsi, contradiction, atau framing tersembunyi?
Sample prompt
“Audit informasi ini. Tandai claim penting sebagai VERIFIED, FLAGGED, atau REMOVE. Cek: apakah faktanya benar, apakah ada comparable case yang relevan, dan apakah logikanya mengandung asumsi, contradiction, atau framing yang belum diuji.”
Follow-up: “Apa yang terdengar benar tetapi sebenarnya belum punya cukup bukti?”
Ingat bubble putus-putus di slide 7? Check adalah tempat kita memverifikasinya — dan AI yang membuat claim tidak boleh jadi satu-satunya yang memverifikasi.
C3 · CONSOLIDATE

Consolidate — jangan cuma meringkas. Bentuk gambaran yang bisa dipakai untuk berpikir.

ThemesApa yang sebenarnya dikatakan material?
SignalsApa yang berulang atau mengejutkan?
TensionsApa yang masih bertentangan?
Sample prompt
“Jangan hanya merangkum. Susun material yang sudah diverifikasi ini berdasarkan tema yang muncul. Tunjukkan pola yang berulang, signal paling kuat, surprise yang bertentangan dengan asumsi awal, dan tension yang belum terselesaikan.”
Lalu: “Dari semua ini, apa satu keputusan utama — the pivot — yang sebenarnya harus kita buat?”
C4 · CHALLENGE

Challenge — serang keputusan sebelum realitas yang menyerangnya

Pre-mortemAnggap keputusan sudah gagal. Kenapa?
AdversarialApa yang akan dilihat pihak yang berlawanan?
InversionBagaimana kalau kebalikannya justru benar?
Forced recommendationKalau harus memilih satu, pilih dan pertahankan.
Di step ini AI berubah menjadi Sparring Partner, bukan assistant.
C4 · SAMPLE PROMPTS

Empat prompt untuk membuat AI benar-benar melawan

1Pre-mortem: “Anggap keputusan ini sudah gagal 12 bulan dari sekarang. Reverse-engineer kegagalannya. Apa yang kita lewatkan?”
2Adversarial: “Ambil posisi pihak yang paling tidak setuju. Argue against this as strongly as possible.”
3Inversion: “Bagaimana kalau kebalikan dari kesimpulan kita justru benar? Steelman opsi yang sedang kita abaikan.”
4Forced recommendation: “Sekarang pilih satu arah. Jangan beri jawaban seimbang. Commit dan defend.”
C5 · COMMIT

Commit — ubah keputusan yang survived menjadi artefact yang bisa dipakai

SpecificApa yang dilakukan, siapa, kapan.
TraceableSetiap elemen punya dasar evidence.
BoundedCukup untuk next useful action, bukan semuanya sekaligus.
Sample prompt
“Berdasarkan keputusan yang berhasil melewati Challenge, ubah keputusan ini menjadi artefact yang bisa langsung digunakan. Buat spesifik: apa yang dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, kapan dilakukan, success signal-nya apa, dan apa yang harus memicu rethink.”
C5 · TRACEABILITY

Sebelum action, cek apakah kita mengarang detail baru

“Untuk setiap elemen utama dalam rencana, tunjukkan evidence atau keputusan sebelumnya yang menjadi dasar. Flag apa pun yang tidak punya sumber yang jelas.”
Kalau sebuah angka, deadline, target, atau tindakan muncul tiba-tiba di Commit, itu belum earned.
Commit should translate the decision — not invent a new one.
THE GATES

Setiap step punya satu honesty checkpoint

Sebelum lanjut, tanyakan:
“Apakah step ini benar-benar selesai, atau saya hanya ingin cepat maju?”
Dalam EC5 formal, setiap Gate dijawab secara tertulis.
Gate mencegah kita melompat dari rasa yakin ke tindakan sebelum evidence-nya siap.
THE ACCOUNTABILITY PRINCIPLE

AI menjalankan pekerjaan. Manusia tetap memiliki keputusan.

AI can research, criticise, organise, argue and execute.
AI cannot own the consequence.
The human is the decision maker. Always.
DECISION CONFIDENCE

EC5 bukan membuat kita 100% yakin. EC5 membuat confidence lebih layak.

Low confidenceInvestigate / small test
Medium confidenceControlled commitment
High confidenceScale / major commitment
Semakin besar consequence dan semakin sulit dibalik, semakin tinggi standar evidence.
EC5 · MASTER PROMPT

Kalau ingin dibantu AI menjalankan EC5, jangan minta semuanya sekaligus

“Bantu saya menjalankan keputusan ini dengan EC5.

COLLECT: bantu saya memperluas bahan yang perlu dikumpulkan.
CHECK: setelah saya approve, audit apa yang verified, flagged, atau removed.
CONSOLIDATE: setelah saya approve, bentuk themes, signals, tensions, dan pivot.
CHALLENGE: setelah saya approve, jalankan pre-mortem, adversarial view, inversion, dan forced recommendation.
COMMIT: setelah saya approve, ubah keputusan yang survived menjadi action yang specific, traceable, dan bounded.

Jangan lanjut ke step berikutnya sebelum saya approve.”
EC5 · ONE VIEW

Gather → Verify → Structure → Attack → Act

CollectGather
→
CheckVerify
→
ConsolidateStructure
→
ChallengeAttack
→
CommitAct
Engineered clarity before consequential action.
WORKSHOP CASE

Sekarang kita coba
dengan keputusan nyata.

Anda akan menjadi management team sebuah bisnis.
Anda akan menerima dokumen internal perusahaan.
Informasinya tidak sempurna.
Anda boleh menggunakan AI seperti biasanya.
Dan Anda tetap harus membuat keputusan.
Download Management Pack
QR code to download KOPI KITA Management Pack
Scan sebelum mulai
alexandrowibowo.com/
KOPI_KITA_Management_Pack.pdf
Catatan pembicara